Bagaimana Idul Adha Dirayakan? Tradisi + Kata-kata Arab

|
Waktu Membaca: 7 menit
Home / Arab Islam / Bagaimana Idul Adha Dirayakan? Tradisi + Kata-kata Arab

Ditulis oleh Dania Ghraoui, seorang penerjemah dan guru bahasa dengan pengalaman 10 tahun.

Sekilas: Idul Adha dirayakan dengan salat Id, takbir, udhiyah, berbagi daging dengan keluarga dan orang yang membutuhkan, serta mengunjungi kerabat dan teman. Perayaan ini berlangsung selama bulan Dzulhijjah dan sangat terkait dengan haji serta kisah Nabi Ibrahim. Idul Adha juga merupakan waktu yang berguna bagi pembelajar bahasa Arab untuk mempelajari kata-kata seperti ʿīd, takbīr, ḥajj, dan uḍḥiyah.

 Idul Adha adalah salah satu dari dua perayaan Id utama dalam Islam, bersama dengan Idul Fitri. Perayaan ini mengingatkan kita akan keimanan dan kepatuhan Nabi Ibrahim serta kesediaannya untuk menaati Allah. Perayaan ini juga berlangsung selama musim haji, yang memberikannya hubungan kuat dengan ziarah, ibadah, dan kehidupan bersama komunitas Muslim. 

Kapan Idul Adha Terjadi?

Idul Adha jatuh pada hari ke-10 Dzulhijjah, bulan Islam untuk haji. Karena kalender Islam mengikuti siklus bulan, tanggal Gregorian berubah setiap tahun. Pada tahun 2026, banyak negara, termasuk Arab Saudi dan UEA, mengumumkan bahwa Rabu, 27 Mei 2026, akan menandai dimulainya Idul Adha setelah terlihatnya bulan sabit Dzulhijjah. Beberapa negara mungkin merayakan Idul Adha sehari kemudian, jadi penting untuk mengikuti pengumuman setempat.

Bagaimana Idul Adha Dirayakan?

Perayaan Idul Adha biasanya mengikuti urutan yang jelas: 

  • persiapan Idul Adha
  • mengucapkan takbir
  • menghadiri salat Id
  • menawarkan kurban atau udhiyah bagi yang mampu
  • berbagi daging
  • bersedekah
  • mengunjungi keluarga
  • saling menyapa 

Rinciannya dapat bervariasi di setiap negara dan keluarga, tetapi tindakan utama ini membentuk perayaan di banyak komunitas Muslim.

 

Perayaan Idul Adha: Langkah demi langkah

Bersiap untuk Idul Adha dengan kue manis

Banyak keluarga mulai bersiap untuk Idul Adha beberapa hari sebelumnya dengan membuat kue manis di rumah, seperti ma’amoul dan kue kering berisi kurma. Tradisi indah ini menyatukan keluarga dan menciptakan suasana hangat serta meriah sebelum Idul Adha dimulai.

Beli pakaian baru

Bagian dari persiapan Idul Adha adalah berbelanja pakaian baru untuk dikenakan pada hari Idul Adha. Mengenakan pakaian yang bersih dan indah adalah cara umum untuk menunjukkan kegembiraan, mengekspresikan rasa hormat terhadap acara tersebut, dan menyambut liburan dengan semangat baru.

Tunjukkan kegembiraan dengan Takbir

Umat Muslim mengulang Takbir Idul Adha, atau Takbirat, selama hari-hari Idul Adha. Frasa-frasa ini mengagungkan Allah dan mengingatkan umat Muslim akan makna liburan. Anda mungkin mendengar Takbir di rumah, di masjid, dalam perjalanan ke salat Id, atau di tempat umum di komunitas Muslim.

Shalat Idul Adha

Orang-orang biasanya pergi ke masjid terdekat atau tempat salat terbuka untuk menunaikan salat Id di pagi hari. Salat adalah salah satu momen publik terpenting Idul Adha. Orang-orang berkumpul, salat bersama, mendengarkan khutbah, dan saling menyapa setelah salat.

Menawarkan Udhiyah

Bagi yang mampu secara finansial, mereka menawarkan Udhiyah, yang juga disebut Kurban dalam bahasa Inggris Asia Selatan. Ini adalah penyembelihan hewan, seperti domba, kambing, sapi, atau unta. Ini mengingatkan umat Muslim akan kisah Nabi Ibrahim dan kepatuhannya kepada Allah. Dagingnya kemudian dibagikan kepada anggota keluarga, tetangga, dan orang yang membutuhkan.

Mengunjungi pemakaman

Di beberapa komunitas Arab dan Muslim, seperti di Mesir, Suriah, dan Turki, orang mengunjungi makam kerabat yang telah meninggal selama Idul Adha. Mereka mungkin membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan mendoakan mereka.

Mengunjungi kerabat

Bagian penting dari kegembiraan Idul Adha adalah membagikannya dengan kerabat dan teman. Keluarga saling mengunjungi, menyajikan kue manis, bertukar ucapan Idul Adha, dan menghabiskan waktu bersama. Kunjungan ini memperkuat ikatan keluarga dan membuat Idul Adha terasa lebih meriah dan sosial.

Memberi dan menerima Eidiyeh

Di banyak keluarga, kerabat yang lebih muda menerima Eidiyeh, yaitu uang yang diberikan sebagai hadiah Idul Adha oleh orang tua, kakek-nenek, paman, bibi, atau kerabat yang lebih tua. Tradisi ini menambah semangat ceria dan murah hati pada liburan.

Makan daging Udhiyah

Banyak keluarga memasak hidangan istimewa menggunakan daging dari Udhiyah. Hidangan umum mungkin termasuk kebab, mansaf, biryani, atau hidangan favorit keluarga lainnya. Berbagi makanan adalah bagian penting dari Idul Adha dan mencerminkan nilai-nilai syukur, kemurahan hati, dan komunitas.

Kata-kata Bahasa Arab dari Perayaan Idul Adha

Berikut adalah kata dan frasa bahasa Arab yang mudah yang akan membantu memperluas kosakata Anda:

Arti Pelafalan Bahasa Arab
Idul Adha: Festival Kurban
ʿīd al-aḍḥā
عِيدُ الأَضحَى
Idul Adha (Idul Adha)
Nama lain untuk Idul Adha
al-ʿīd al-kabīr
العِيدُ الكَبير
Idul Adha
ʿīd mubārak
عيدٌ مُبارَك
Semoga Anda selalu dalam kebaikan setiap tahun
kullu ʿāmin wa-antum bi-khayr
كُلُّ عامٍ وَأَنتُم بِخَير
Salat Idul Adha
ṣalāt al-ʿīd
صَلاةُ العِيد
Takbir Idul Adha
takbīrāt al-ʿīd
تَكبيراتُ العِيد
Ma’amoul
Kue Idul Adha tradisional yang diisi dengan kurma, kacang, atau pistachio
maʿmūl
مَعمُول
Udhiyah
Kurban Hewan
uḍḥiyah
أُضحِيَة
Domba
kharūf
خَرُوف
Daging
laḥm
لَحم
Kue manis
ḥalawiyyāt
حَلَويّات
Eidiyeh
hadia uang
ʿīdiyyah
عِيديّة
Mengunjungi kerabat
ziyārat al-aqārib
زيارَةُ الأَقارِب
Pakaian baru
malābis jadīdah
مَلابِسُ جَديدة

Untuk mempelajari lebih banyak kata dan frasa, unduh Aplikasi AlifBee.

Bagaimana Idul Adha Terhubung dengan Haji

Idul Adha berlangsung selama musim haji dan bertepatan dengan ritual haji yang penting. Para peziarah berada di dan sekitar Mekkah selama hari-hari ini, sementara umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri di komunitas mereka sendiri.

Untuk ungkapan terkait Idul Fitri, lihat panduan frasa AlifBee: Idul Adha: 31 Frasa Bahasa Arab Berguna untuk Idul Fitri dan Haji

Tradisi Idul Adha di Seluruh Dunia

Tradisi Idul Adha memiliki makna inti yang sama, tetapi adat istiadatnya terlihat berbeda dari satu tempat ke tempat lain:

Di Arab Saudi, Idul Adha terasa sangat terkait dengan haji karena liburan ini datang selama hari-hari terakhir ziarah. Di Makkah dan Madinah, suasananya sangat spiritual, dengan peziarah, doa, dan kurban semuanya terhubung dalam satu musim. Di banyak rumah tangga Saudi, keluarga berkumpul untuk menikmati hidangan daging dan nasi seperti kabsa, dan kunjungan Idul Fitri berlanjut sepanjang liburan.

Di Mesir, Idul Adha sering disebut “Idul Fitri,” yang berarti “Idul Fitri Besar.” Keluarga menghadiri salat Idul Fitri, bertukar salam, dan menyiapkan hidangan daging yang kaya. Salah satu hidangan Idul Fitri yang paling dikenal di Mesir adalah fatteh, yang terbuat dari nasi, roti, daging, dan saus tomat bawang putih. Jalan-jalan dan rumah-rumah mungkin terasa lebih ramai dari biasanya saat orang mengunjungi kerabat dan berbagi daging dengan keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan.

Di Yordania dan Palestina, kunjungan keluarga adalah inti dari liburan. Rumah tangga sering menyambut tamu dengan kopi Arab, manisan, dan salam Idul Fitri yang hangat. Di Yordania, mansaf adalah salah satu hidangan paling terkenal yang disajikan selama perayaan. Hidangan ini terbuat dari domba, nasi, dan jameed, saus yogurt kering, dan sangat terkait dengan keramahan dan acara sosial besar.

Di Suriah dan Lebanon, manisan seperti ma’moul dan ka’ak adalah bagian yang akrab dari keramahan Idul Fitri. Keluarga mungkin menyiapkannya sebelum Idul Fitri atau membelinya dari toko roti untuk disajikan kepada tamu selama kunjungan. Meja biasanya juga menyertakan hidangan daging, tetapi sisi sosial Idul Fitri sama pentingnya: mengunjungi kerabat, menelepon orang yang dicintai, dan menjaga hubungan keluarga tetap kuat.

Di Maroko, Idul Adha dikenal luas sebagai “Idul Fitri Besar.” Domba sangat terlihat pada hari-hari sebelum Idul Fitri, dan banyak keluarga menyiapkan hidangan khusus dari berbagai bagian hewan yang dikurbankan. Salah satu hidangan Idul Adha Maroko yang terkenal adalah boulfaf, yang terbuat dari hati panggang yang dibungkus lemak. Keluarga juga dapat menyiapkan domba dengan couscous atau hidangan daerah lainnya. Seperti banyak tradisi Idul Fitri, detailnya dapat berbeda dari satu kota atau keluarga ke keluarga lain.

Di negara-negara Teluk, seperti UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman, Idul Fitri sering menggabungkan pertemuan keluarga dengan perayaan publik. Orang-orang mengenakan pakaian baru, bertukar salam, mengunjungi kerabat, dan menyiapkan hidangan tradisional. Di UEA, harees adalah salah satu hidangan yang umum dikaitkan dengan Idul Fitri dan acara-acara khusus. Di Oman, Idul Fitri dapat mencakup hidangan lokal seperti shuwa, hidangan daging yang dimasak lambat yang disiapkan untuk pertemuan keluarga besar.

Di Tunisia dan negara-negara Afrika Utara lainnya, Idul Adha juga sangat terkait dengan makanan keluarga dan berbagi daging. Beberapa keluarga menyiapkan hidangan dari berbagai bagian hewan, termasuk bouzelouf, hidangan tradisional yang terbuat dari kepala domba. Meskipun ini mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian pembelajar bahasa Arab, ini menunjukkan betapa dalamnya budaya makanan lokal membentuk cara Idul Fitri dialami dari satu wilayah ke wilayah lain.

Jadi, meskipun inti dari Idul Adha tetap sama, perayaan ini mencakup banyak tradisi lokal yang indah.

Kata penutup

Idul Adha dirayakan dengan banyak tradisi yang membawa kegembiraan dan kemurahan hati ke setiap rumah. Beberapa bersifat spiritual, seperti salat Idul Fitri, Takbir, dan Udhiyah. Lainnya sederhana dan hangat: manisan di meja, kunjungan kerabat, pakaian baru, dan makanan istimewa yang dinikmati bersama keluarga.

Bagi pembelajar bahasa Arab, tradisi-tradisi ini juga membuat bahasa terasa hidup. Kata-kata seperti Takbir, Udhiyah, Idul Fitri Mubarak, dan Eidiyeh bukanlah sekadar kata untuk dihafal. Kata-kata tersebut milik momen nyata, rumah nyata, dan perayaan yang dinantikan orang setiap tahun.

Belajar dengan AlifBee

Ingin memahami kata-kata bahasa Arab yang Anda dengar selama Idul Fitri, haji, dan acara Islam lainnya? Jelajahi pelajaran terpandu di aplikasi AlifBee dan latih pengucapan, kosakata, dan ungkapan berguna bahasa Arab langkah demi langkah.

FAQ

Bagaimana Idul Adha dirayakan?

Idul Adha dirayakan dengan takbir, salat Idul Fitri, kurban (udhiyah), berbagi daging, sedekah, kunjungan keluarga, makanan, dan salam. Banyak umat Islam mengenakan pakaian baru atau pakaian terbaik mereka dan menghabiskan waktu bersama kerabat dan teman. Urutan dan adat istiadat dapat bervariasi, tetapi ibadah, rasa syukur, pengorbanan, dan kemurahan hati tetap menjadi pusatnya.

Qurbani dan uḍḥiyah keduanya merujuk pada kurban yang ditawarkan selama Idul Adha oleh mereka yang mampu. Qurbani umum digunakan dalam bahasa Inggris Inggris Selatan, sedangkan uḍḥiyah adalah istilah bahasa Arab. Aturan khusus dapat bervariasi, jadi pertanyaan agama yang terperinci harus ditujukan kepada ulama yang berkualifikasi atau otoritas agama setempat.

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, bulan terakhir kalender Islam dan bulan haji. Karena kalender Islam adalah kalender lunar, tanggal Gregorian berubah setiap tahun. Pengamatan bulan lokal dan pengumuman resmi juga dapat menyebabkan perbedaan tanggal antara negara-negara.

Idul Adha biasanya dirayakan selama tiga hingga empat hari. Hari pertama dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah, dan perayaan berlanjut hingga Hari Tasyrik berikutnya. Hari libur umum dan praktik lokal bervariasi menurut negara, jadi jadwalnya mungkin berbeda.

Sapaan umum adalah Idul Fitri Mubarak, yang berarti “Idul Fitri yang Diberkahi.” Beberapa umat Islam juga mengucapkan taqabbala Allāhu minnā wa minkum, yang berarti “Semoga Allah menerima dari kami dan dari Anda.” Sapaan bervariasi menurut negara, bahasa, dan tradisi keluarga.

Author

  • Dania Ghraoui

    Dania adalah seorang pengajar, penerjemah, dan penulis konten yang memiliki semangat untuk membuat pembelajaran bahasa Arab menjadi mudah diakses dan menyenangkan bagi pembelajar di seluruh dunia. Sebagai Manajer Blog di AlifBee, ia menulis artikel edukatif yang menggabungkan tips bahasa, wawasan budaya, dan strategi pembelajaran praktis untuk mendukung perjalanan setiap pembelajar bahasa Arab.

Picture of Dania Ghraoui
Dania Ghraoui
Dania adalah seorang pengajar, penerjemah, dan penulis konten yang memiliki semangat untuk membuat pembelajaran bahasa Arab menjadi mudah diakses dan menyenangkan bagi pembelajar di seluruh dunia. Sebagai Manajer Blog di AlifBee, ia menulis artikel edukatif yang menggabungkan tips bahasa, wawasan budaya, dan strategi pembelajaran praktis untuk mendukung perjalanan setiap pembelajar bahasa Arab.
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada teman-teman Anda untuk menyebarkan pengetahuan!
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
Mulai Perjalanan Belajar Bahasa Arab Anda dengan AlifBee!
Postingan Terkait